Takbir Keliling Meriahkan Malam Takbiran di Padukuhan Druwo, Perkuat Solidaritas Warga

(Druwo, 30 Maret 2025) – Suara lantang takbir menggema di sepanjang jalan Padukuhan Druwo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyambut malam Idul Fitri 1446 H. Puluhan warga dari berbagai usia turut serta dalam tradisi tahunan “takbir keliling” yang digelar dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan warga setempat dalam merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Semangat Kebersamaan di Tengah Gemuruh Takbir

Sejak Bada Isya, warga mulai berkumpul di Balai Padukuhan Druwo. Dengan berbagai kostum  dan aneka lampion dan  lampu hias, mereka berjalan berkeliling sambil melantunkan kalimat takbir, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah”. Rute takbir keliling meliputi RT 04, RT 05, RT 06, dan RT 07, melewati Jalan Parangtritis, RT 01, RT 02, dan RT 03. Suasana semakin meriah dengan iringan suara drumband yang dipukul ritmis oleh para pemuda.

“Ini tradisi turun-temurun yang selalu dinanti warga Druwo. Selain sebagai bentuk syukur, takbir keliling juga menjadi momen mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Septa, Ketua Pemuda Padukuhan Druwo. Menurutnya, kegiatan ini telah dilaksanakan sejak puluhan tahun silam dan tetap lestari meski sempat terhenti selama pandemi Covid-19.

Takbir keliling di Padukuhan Druwo melibatkan partisipasi aktif generasi muda. Sejumlah remaja bertugas mengkoordinasi keamanan dan mengatur iring-iringan, sementara anak-anak kecil antusias membawa lampion berbagai bentuk sejak dari miniatur masjid, bedug, miniatur kabah, perahu hingga tank yang mereplesikan kepeduian terhadap saudara kita di Palestina. Di sisi lain, para lansia turut mengiringi rombongan peserta takbir.

“Kami ingin anak-anak muda tidak kehilangan akar budaya. Tradisi ini mengajarkan makna kebersamaan dan kepedulian,” Ujar Septa menambahkan

Tetap Lestari di Tengah Modernisasi

Keberlangsungan tradisi takbir keliling di Padukuhan Druwo menjadi bukti bahwa nilai-nilai religius dan kearifan lokal tetap bisa beradaptasi dengan zaman. Meski sebagian warga kini merayakan momen serupa melalui media digital, antusiasme masyarakat Druwo menunjukkan bahwa interaksi langsung dan gotong royong tetap menjadi fondasi penting dalam membangun harmoni sosial.

Dengan semangat “hablum minannas” (hubungan antar manusia) yang kental, takbir keliling di Padukuhan Druwo tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga persaudaraan dalam keberagaman. (Azfa_Bumkal)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these