BANGUNHARJO, 27 September 2026 – Berawal dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat, Kelompok Wanita Tani (KWT) Migunani Padukuhan Druwo, Kalurahan Bangunharjo, terus mengembangkan potensi hasil pertanian lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Setelah berhasil mengembangkan Pasar Tani sebagai ruang pemasaran hasil pertanian masyarakat, KWT Migunani kini melanjutkan langkah tersebut melalui praktik pengolahan hasil pertanian menjadi produk frozen food.
Kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui program Taman dan Ketahanan Pangan. Program tersebut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan dan hasil pertanian sekaligus membangun aktivitas ekonomi yang dapat dikelola secara berkelanjutan.
Pasar Tani menjadi salah satu output dari kegiatan tersebut. Kehadirannya memberikan ruang bagi anggota KWT dan masyarakat untuk memasarkan hasil pertanian secara langsung kepada konsumen. Namun, hasil pertanian tidak selamanya harus dijual dalam bentuk segar. Melalui praktik pengolahan frozen, KWT Migunani mulai mengembangkan gagasan agar hasil pertanian dapat diolah menjadi produk siap jual dengan daya simpan lebih panjang dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Ketua KWT Migunani, Ibu Suratilah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan hasil pertanian masyarakat agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Tujuan kami supaya hasil pertanian yang ada tidak hanya dijual dalam bentuk segar. Kami ingin belajar mengolahnya menjadi produk yang mempunyai nilai tambah, lebih tahan lama, dan bisa menjadi produk unggulan KWT Migunani,” ujar Suratilah. Menurut Suratilah, keberadaan Pasar Tani menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan usaha KWT. Ke depan, Pasar Tani diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjual hasil kebun, tetapi juga menjadi etalase berbagai produk olahan yang dihasilkan masyarakat.
“Kami berharap Pasar Tani ini bisa terus berkembang. Tidak hanya menjual hasil pertanian, tetapi juga menjadi tempat memasarkan produk olahan dari anggota KWT. Dengan begitu, kegiatan kami bisa terus berjalan dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” katanya. Praktik pengolahan frozen juga memberikan pengalaman baru bagi anggota KWT dalam mengembangkan produk pangan. Selain proses pengolahan, anggota mulai memahami pentingnya menjaga kualitas, kebersihan, pengemasan, penyimpanan, dan pemasaran produk.
Bagi Tim PkM UMBY, proses tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan keberlanjutan program Taman dan Ketahanan Pangan. Kegiatan yang semula berfokus pada pemanfaatan potensi pertanian kemudian berkembang menjadi rangkaian aktivitas yang menghubungkan produksi, pengolahan, dan pemasaran.
Dengan demikian, hasil pertanian masyarakat tidak berhenti sebagai komoditas segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Pasar Tani menjadi ruang bertemunya produk dengan konsumen, sementara pengolahan frozen menjadi salah satu alternatif untuk memperluas jenis produk yang dapat ditawarkan.
Ke depan, KWT Migunani diharapkan dapat menentukan beberapa produk frozen yang potensial untuk dikembangkan sebagai produk unggulan. Penguatan pada aspek resep, kualitas, kemasan, merek, harga, dan pemasaran menjadi langkah lanjutan agar produk dapat diterima oleh pasar secara lebih luas.
Pengembangan ini juga membuka peluang untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis perempuan dan pertanian masyarakat. KWT tidak hanya berperan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga dapat menjadi penggerak kegiatan ekonomi produktif di tingkat lokal.
Dari kebun hingga ke meja konsumen, perjalanan tersebut menjadi gambaran bagaimana potensi pertanian lokal dapat terus dikembangkan melalui inovasi sederhana. Dari kebun, menjadi hasil pertanian. Dari hasil pertanian, menjadi produk olahan. Dan dari produk olahan, tumbuh peluang ekonomi melalui Pasar Tani KWT Migunani Druwo.