Wajib Kunjung Museum 2026: Museum History of Java Didorong Menjadi Pusat Budaya dan Mall Desa

BANTUL – Upaya mengenalkan sejarah sekaligus menghidupkan kembali potensi wisata budaya di Kabupaten Bantul terus dilakukan melalui program Wajib Kunjung Museum (WKM) Tahun 2026. Salah satu kegiatan dalam program yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul ini adalah kunjungan edukasi ke Museum History of Java dan Museum Tani Jawa Indonesia pada Rabu, 4 November 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap sejarah, budaya, serta warisan peradaban bangsa. Program Wajib Kunjung Museum juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat agar museum tidak sekadar dipandang sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan pengembangan kebudayaan.

Kunjungan ke Museum History of Java memiliki makna tersendiri karena museum yang berada di kawasan Kompleks Piramid, Bangunharjo, Sewon, Bantul ini saat ini dikelola oleh BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo bekerjasama dengan Yayasan History of java. Melalui pengelolaan tersebut, BUMKAL berupaya mengoptimalkan potensi kawasan sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan edukasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Bangunharjo turut hadir meninjau kegiatan dan melihat secara langsung potensi pengembangan Museum History of Java. Lurah Bangunharjo berharap BUMKAL Bangkit Karya dapat semakin mengoptimalkan fungsi dan peran museum, tidak hanya sebagai destinasi wisata edukasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan museum dan kawasan Kompleks Piramid memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai ruang aktivitas masyarakat, tempat penyelenggaraan kegiatan budaya, promosi produk UMKM, serta berbagai aktivitas ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat Kalurahan Bangunharjo.

Sementara itu, Azfa Pabulo, Manajer Destinasi Wisata dan Ekonomi BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo, menyampaikan bahwa kunjungan melalui program Wajib Kunjung Museum 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kembali Museum History of Java kepada masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghidupkan potensi kawasan.

Azfa berharap Kompleks Piramid dapat dikembangkan kembali melalui konsep Pusat Budaya dan Mall Desa. Konsep ini diarahkan untuk menjadikan kawasan museum sebagai ruang integrasi antara pelestarian budaya, aktivitas ekonomi masyarakat, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM.

Pusat Budaya diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan, memperkenalkan, dan melestarikan kekayaan seni serta tradisi lokal melalui pertunjukan seni, pameran budaya, festival, kegiatan komunitas, dan berbagai agenda edukasi. Sementara itu, konsep Mall Desa diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menghadirkan produk-produk unggulan UMKM, kuliner lokal, kerajinan, produk kreatif, serta berbagai layanan dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Dengan konsep Pusat Budaya dan Mall Desa, kami ingin menghidupkan kembali Kompleks Piramid sebagai kawasan yang memiliki aktivitas sepanjang waktu. Museum bukan hanya menjadi tempat orang datang untuk melihat koleksi sejarah, tetapi juga menjadi ruang interaksi, berkumpul, berkreasi, bertransaksi, dan membangun jejaring ekonomi masyarakat,” ungkap Azfa.

Lebih lanjut, pengembangan kawasan ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, komunitas budaya, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, maupun dunia usaha. Dengan demikian, pengelolaan museum dapat berkembang menjadi model pengelolaan destinasi wisata berbasis aset desa yang mampu mengintegrasikan nilai sejarah, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi lokal.

Melalui kegiatan Wajib Kunjung Museum 2026, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengunjungi Museum History of Java serta Museum Tani Jawa Indonesia. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pintu masuk untuk memperkuat sinergi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul dengan BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo dalam mengembangkan destinasi wisata budaya yang berkelanjutan.(Bangkarjo)

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these