Bangunharjo, 10 September 2024 – Dalam rangka memperkenalkan konsep pengelolaan sampah yang berkelanjutan sebagai bagian dari Mata Pelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), murid-murid SD Muhammadiyah Blawong, Trimulyo, Jetis, Bantul melakukan kunjungan edukatif ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) Sapu Jagad. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar siswa kelas 1 dan Kelas 2 yang akan dilanjutkan dengan siswa dari kelas 4 hingga kelas 6 beserta guru pendamping.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dini, serta memperkenalkan proses pengolahan sampah secara langsung. Selama kunjungan, siswa diajak melihat proses pemilahan sampah, daur ulang, dan pembuatan kompos. Mereka juga diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan praktis seperti memilah sampah organik dan non-organik.
“Kami sangat senang dapat memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai pengelolaan sampah yang benar. Harapannya, anak-anak dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi sampah rumah tangga,” ujar perwakilan guru pendamping dari SD Muhammadiyah Blawong, Trimulyo, Jetis,Bantul

Selain itu, dalam kegiatan ini juga disampaikan edukasi mengenai dampak negatif sampah terhadap lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air, serta cara-cara yang dapat dilakukan di rumah untuk mengurangi sampah, misalnya dengan menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswa kami. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana sampah diolah dan didaur ulang. Semoga mereka bisa menerapkan ilmu yang mereka dapatkan di rumah dan di lingkungan sekitar,” ujar Bapak Dwi Haikal Mubaroq., S.Sos., S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Blawong.

Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana para siswa dengan antusias mengajukan pertanyaan mengenai proses pengelolaan sampah yang mereka saksikan. Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah serta menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini dengan menyadarkan para siswa sedari dini bahwa “sampahku tanggung jawabku”.
