Panen Perdana Jagung Manis untuk Benih, Perkuat Program Ketahanan Pangan Kalurahan Bangunharjo

Bangunharjo – Program Ketahanan Pangan Kalurahan Bangunharjo terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pertanian produktif yang dikelola oleh BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo. Salah satu kegiatan terbaru ditandai dengan panen perdana jagung manis untuk benih, yang dilaksanakan di lahan pertanian Kalurahan Bangunharjo.

Kegiatan panen tersebut dihadiri oleh Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, bersama Ulu Ulu Kalurahan Bangunharjo, Direktur BUMDES Bangkit Karya Bangunharjo, Sungkono, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Dwi Endrianto, S.T. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan dan sinergi dalam pengembangan sektor pertanian sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Panen perdana ini menjadi momentum penting karena hasil jagung tidak hanya diarahkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga dikembangkan untuk kebutuhan benih, sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan budidaya pada musim berikutnya. Dengan demikian, kegiatan pertanian BUMKAL tidak berhenti pada satu kali masa panen, tetapi dibangun sebagai sebuah siklus usaha yang berkelanjutan.

Manajer Divisi Pertanian BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo, Sapto Ciptoto, menyampaikan bahwa dalam mengembangkan program ketahanan pangan, BUMKAL tidak berjalan sendiri. BUMKAL membangun kemitraan dengan sejumlah warga serta stakeholder di bidang pertanian.

“BUMDES bermitra dengan beberapa warga dan stakeholder pertanian dalam melakukan pengembangan kegiatan ketahanan pangan. Dengan adanya kemitraan ini, kegiatan dapat berjalan dengan baik dan diharapkan mampu memberikan profit dan benefit, baik bagi BUMDES maupun masyarakat Bangunharjo,” jelas Sapto.

Menurutnya, pola kemitraan tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengoptimalkan lahan, pengetahuan, tenaga, serta jejaring yang dimiliki masyarakat dan para pelaku pertanian. Melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan lahan diharapkan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Program ini juga merupakan kelanjutan dari pengembangan komoditas pertanian yang sebelumnya telah dilakukan BUMKAL, salah satunya tanaman terong Nasubi yang dikembangkan beberapa bulan lalu. Untuk mengoptimalkan lahan dan menjaga keberagaman produksi, lahan pertanian juga diselingi dengan berbagai komoditas lain seperti cabai rawit, cabai keriting, kacang panjang, serta tanaman buah pepaya sebagai tanaman pelengkap.

Diversifikasi tanaman tersebut diharapkan mampu memberikan sumber pendapatan yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu jenis komoditas. Selain menghasilkan produk pertanian, pola ini juga menjadi bagian dari upaya membangun model usaha pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.

Lebih jauh, pengembangan usaha pertanian BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo diarahkan tidak hanya untuk mengejar keuntungan usaha, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal) Bangunharjo.

Melalui pengelolaan usaha yang profesional, kemitraan dengan masyarakat, serta dukungan berbagai stakeholder, Program Ketahanan Pangan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi pertanian Kalurahan Bangunharjo agar mampu memberikan nilai tambah, membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan pada akhirnya memperkuat kemandirian ekonomi kalurahan.

Panen perdana jagung manis untuk benih ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi desa. Dari lahan pertanian, tumbuh kolaborasi; dari kolaborasi, lahir manfaat; dan dari manfaat tersebut diharapkan semakin kuat kemandirian Kalurahan Bangunharjo.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these