Bangkarjo 22 Februari 2026_Program ketahanan pangan di Kalurahan Bangunharjo kembali menunjukkan progres positif melalui panen ke-5 terong nasubi yang dilaksanakan di lahan seluas 1 hektar. Lahan produktif ini memiliki kapasitas hasil hingga 1 ton setiap masa panen, menjadikannya salah satu program unggulan dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus penguatan ekonomi desa.
Pada panen ke-5 ini, total hasil yang diperoleh mencapai sekitar 800 kilogram terong nasubi. Capaian tersebut tetap menunjukkan produktivitas yang stabil dan menjanjikan, di tengah dinamika kondisi cuaca dan proses budidaya yang terus dioptimalkan.
Kegiatan panen berlangsung penuh semangat kebersamaan. Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, turut hadir dan ikut memanen bersama pengurus BUMDes serta para pengelola lahan. Kehadiran beliau menjadi simbol dukungan nyata pemerintah kalurahan dalam memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Hasil panen terong nasubi ini sebagian besar telah memiliki kemitraan pemasaran, sehingga penyerapan hasil relatif terjamin. Meski demikian, masyarakat umum juga tetap diberikan kesempatan untuk membeli langsung di lokasi lahan panen. Skema ini tidak hanya memperkuat distribusi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi warga untuk mendapatkan produk segar dengan harga terjangkau.

Sementara itu Sapto (Koordinator Tim Ketahanan Pangan) menyampaikan bahwa, “Ke depan, pada Kamis, 26 Februari, direncanakan akan dilaksanakan panen tahap ke-6 dengan target produksi mencapai 1 ton terong nasubi.” Target tersebut diharapkan dapat tercapai sebagai wujud konsistensi pengelolaan pertanian desa yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Bangunharjo.
Program ini sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana optimalisasi lahan desa mampu menghadirkan solusi pangan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kalurahan. (Azfa_Bumkal)
