Jurug, 30 Januari 2025 – Kelompok Wanita Tani Rahayu di Dusun Jurug, Bangunharjo, Sewon, Bantul semakin menunjukkan perannya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengembangkan produksi tempe dan berbagai nyamikan ndeso lainnya. Upaya ini tidak hanya memberikan tambahan pendapatan bagi anggota KWT, tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan bahan baku kedelai yang berkualitas.

Menurut Ketua KWT Rahayu (Ibu Sumarni), inisiatif ini bermula dari keinginan para anggota untuk memberdayakan diri melalui usaha berbasis pangan lokal. “Tempe adalah makanan yang sangat digemari masyarakat dan memiliki nilai gizi tinggi. Kami ingin menjadikannya sebagai produk unggulan yang bisa bersaing di pasaran,” ujarnya.

Dalam proses produksi, KWT menerapkan teknik fermentasi alami dan menggunakan kedelai non-GMO agar menghasilkan tempe yang lebih sehat. Selain itu, mereka juga mengembangkan inovasi produk seperti tempe berbumbu, tempe krispi, hingga tempe dalam kemasan vakum agar tahan lebih lama.
Program ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah serta berbagai pihak, termasuk pelatihan kewirausahaan dan bantuan peralatan produksi. Selain itu KWT Rahayu juga menjadi salah satu destinasi Village Trip dengan kunjungan tamu internasional. Dengan semakin berkembangnya usaha ini, KWT berharap dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk supermarket dan platform e-commerce.
Masyarakat setempat pun menyambut baik inisiatif ini. “Kami bangga dengan KWT yang terus berinovasi. Selain menciptakan lapangan kerja, mereka juga membantu melestarikan makanan tradisional,” ujar seorang warga.
Ke depan, KWT berencana meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jaringan pemasaran. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, para wanita tani ini membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa memberikan dampak besar bagi perekonomian dan ketahanan pangan lokal.(BUMKALBANGUNHARJO)
