Bangunharjo – Memasuki usia ke-3, BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Momentum hari jadi ini menjadi titik awal untuk memperluas jejaring kerja sama dalam mendukung pembangunan desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo menyampaikan bahwa tema kolaborasi menjadi semangat utama dalam peringatan ulang tahun kali ini. BUMKAL tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, serta perguruan tinggi agar potensi desa dapat dikelola secara optimal.
Sebagai badan usaha milik kalurahan, BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo mengajak berbagai pihak untuk membangun ekosistem pembangunan desa yang saling menguatkan. Sinergi tersebut melibatkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bangunharjo, Tim Penggerak PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani, pelaku UMKM, hingga kalangan akademisi seperti Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Selain itu, dukungan dari sektor perbankan melalui Bank BPD DIY dan Bank Bantul, dunia usaha seperti PT Visindo, serta berbagai stakeholder lainnya diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan usaha desa.

Selama tiga tahun terakhir, BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo telah mengelola berbagai aset dan unit usaha strategis milik kalurahan. Di antaranya adalah Taman Kuliner Bangunharjo sebagai pusat pemberdayaan UMKM dan kuliner lokal, Taman Kreatif Jotawang sebagai ruang tumbuh ekonomi kreatif dan aktivitas masyarakat, serta Komplek Pusat Budaya dan Mall Desa yang dikembangkan sebagai pusat kebudayaan, ekonomi kreatif, edukasi, dan promosi produk unggulan desa.
Di sektor ketahanan pangan, BUMKAL juga berperan aktif dalam pengelolaan lahan ketahanan pangan yang dimiliki Kalurahan Bangunharjo. Berbagai komoditas pertanian, hortikultura, hingga peternakan dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Tidak hanya itu, BUMKAL turut mendukung pelaksanaan Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Ketahanan Pangan yang dijalankan Kalurahan Bangunharjo melalui penguatan tata kelola, pendampingan, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Menurut pengelola BUMKAL, tantangan pembangunan desa saat ini membutuhkan pendekatan kolaboratif atau pentahelix, yaitu keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan lembaga keuangan dalam satu ekosistem pembangunan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir berbagai inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, hilirisasi produk, digitalisasi usaha, hingga penguatan pemasaran produk-produk unggulan Bangunharjo.
Ke depan, BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo menargetkan diri menjadi lembaga ekonomi desa yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. Berbagai program pengembangan wisata desa, ekonomi kreatif, ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, serta pengelolaan aset desa akan terus diperkuat agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Peringatan HUT ke-3 ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum konsolidasi seluruh kekuatan desa untuk bersama-sama membangun Bangunharjo yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, BUMKAL Bangkit Karya Bangunharjo optimistis dapat menjadi lokomotif pembangunan ekonomi desa yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bangunharjo.
