Pengembangan Ekosistem Pertanian Bangunharjo Dorong Edu Wisata dan Wellness Tourism

Kalurahan Bangunharjo terus memperkuat pengembangan ekosistem pertanian terpadu sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi wisata desa berbasis pertanian dan kesehatan alami. Hal tersebut dibahas dalam diskusi pengembangan ekosistem pertanian pada tanggal 16 Mei 2026 di Taman Pangan Urip Ijo yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, pelaku pertanian, serta pengelola desa.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Nur Hidyayat (Lurah Bangunharjo), M. Bahroni selaku founder Bina Syifa, Joko sebagai petani sekaligus pedagang dan pengepul aneka buah, Maksum dari Jamaahpreneur Masjid Al Firdaus, Supriyono selaku Koordinator Petani Lahan BKK Ketahanan Pangan, Partimah (penggerak PKK), serta Sapto Ciptoto dan Azfa Pabulo dari BUMDES Bangunharjo.

Dalam diskusi tersebut dibahas penguatan sinergi antara lahan BKK Ketahanan Pangan, lahan ketahanan pangan milik BUMDES, serta pengembangan Taman Pangan Urip Ijo sebagai pusat edukasi pertanian dan destinasi wisata berbasis agroekologi. Pengembangan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Lurah Bangunharjo menyampaikan bahwa sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas produksi pangan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata desa. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, kawasan pertanian diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga sarana rekreasi edukatif bagi masyarakat luas.

M. Bahroni dari Bina Syifa menambahkan bahwa konsep pertanian sehat dan lingkungan hijau memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan wellness tourism atau wisata kesehatan alami. Menurutnya, kawasan pertanian yang tertata baik dapat menghadirkan pengalaman relaksasi, edukasi herbal, hingga pola hidup sehat berbasis alam.

Sementara itu, Joko sebagai petani dan pengepul buah menilai bahwa pengembangan ekosistem pertanian ini juga dapat membuka peluang pasar baru bagi hasil pertanian lokal. Dengan adanya wisata pertanian, masyarakat tidak hanya membeli produk, tetapi juga dapat melihat langsung proses budidaya dan mengenal potensi pertanian Bangunharjo.

Koordinator petani lahan BKK Ketahanan Pangan, Supriyono, menegaskan pentingnya kolaborasi antarpetani dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Sedangkan Sapto Ciptoto dari Divisi Pertanian BUMDES Bangunharjo menyampaikan bahwa BUMDES siap mendukung pengembangan sistem pertanian terpadu mulai dari budidaya, pengolahan hasil, hingga pengembangan kawasan wisata pertanian.

Ke depan, Taman Pangan Urip Ijo diharapkan berkembang menjadi pusat edu wisata pertanian yang terintegrasi dengan potensi wisata desa lainnya di Kalurahan Bangunharjo. Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta menjadikan Bangunharjo sebagai salah satu destinasi wisata desa berbasis pertanian, edukasi, dan wellness tourism di Kabupaten Bantul.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these